Tingginya beban tuberkulosis (TB) di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat, termasuk di Jakarta Barat. Peran petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) di lapangan berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan perkotaan. Mereka merupakan kelompok yang rentan terpapar penyakit menular seperti TB. Edukasi yang tepat sangat diperlukan untuk mengubah pengetahuan menjadi tindakan nyata dalam pencegahan TB, sehingga perlu meningkatkan pengetahuan dan tindakan pencegahan TB pada petugas PPSU melalui program intervensi edukasi. Populasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) adalah petugas PPSU di Jakarta Barat, yang merupakan area dengan insiden TB tinggi. Edukasi menggunakan desain sosialisasi melalui penyuluhan terkait TB, termasuk penularan, gejala, dan langkah pencegahan. Media Edukasi dengan penggunaan poster, brosur, dan video. Pelatihan Interaktif dengan memberikan simulasi praktik pencegahan TB seperti penggunaan masker dan etika batuk. Peningkatan pengetahuan peserta dievaluasi berdasarkan skor pre-test dan post-test. Peserta dengan skor baik saat pre-test 24.6% menjadi 87% pada post-test. Perubahan skor pre-test dan post-test ini signifikan dengan nilai p<0.05. Program intervensi edukasi efektif dalam meningkatkan kapasitas PPSU sebagai agen pencegahan TB di lingkungan kerja mereka. Hasil tersebut menunjukkan pentingnya implementasi program serupa secara berkelanjutan untuk menjaga kesehatan petugas lapangan untuk memperkuat kesadaran dan tindakan pencegahan TB di area dengan risiko tinggi TB.
Oleh :
Machrumnizar