Repository Karya Ilmiah Universitas Trisakti

DETAIL KOLEKSI
Edukasi Pemakaian Masker, Peningkatan Pengetahuan Tentang Penyakit Pernapasan, Dan Skrining Kesehatan

Lebih dari empat juta orang meninggal setiap tahun akibat gangguan pernapasan, yang juga berdampak pada ratusan juta lainnya. Penyakit ini memiliki efek merugikan pada keluarga, masyarakat, dan kesehatan dan kesejahteraan pasien. terutama mereka yang tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana orang setiap hari terpapar polusi udara dalam ruangan dari bahan bakar padat yang digunakan untuk memasak dan pemanas. Faktor risiko signifikan terbesar untuk penyakit pernapasan di negaranegara berpenghasilan tinggi adalah penggunaan tembakau. Data WHO 2020 menunjukkan bahwa Penyakit Infeksi Saluran Napas Bawah dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik menempati urutan nomor 3 dan 4, masingmasing 6,1% dan 5,8%. Terdapat delapan penyakit paru yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan masuk ke dalam ruang lingkup program pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan Kementerian Kesehatan RI, diantaranya Tuberkulosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Asma Bronkial, Penyakit Paru, obstruktif Kronik, Kanker Paru, Polusi Udara dan Perubahan Iklim, Penanggulangan Masalah Merokok, Penyakit Emerging & New Emerging (termasuk COVID-19). Sejak WHO menetapkan pandemi COVID-19 pada Maret 2020, Indonesia telah melakukan intervensi publik untuk menghentikan pandemi, termasuk tindakan farmasi dan tindakan nonfarmasi (memakai masker, pembatasan perjalanan, meliburkan sekolah, menunda acara publik). Intervensi nonfarmasi memiliki dampak yang lebih besar pada penyakit menular daripada intervensi farmasi, meskipun faktanya strategi farmasi dapat menargetkan patogen tertentu.


IMG

Oleh :
Machrumnizar