Proyek konstruksi merupakan suatu sistem kompleks dan dinamis. Permasalahan proyek konstruksi biasanya terkait dengan tidak terpenuhiinya kualitas, biaya, dan waktu sesuai yang direncanakan. Biaya. Permasalahan dalam penyelenggaraan proyek konstruksi Taman Kota di DKI Jakarta juga terkait dengan hal tersebut. Taman Kota sebagai produk proyek kurang berkualitas dan tidak inklusif, sehingga kurang bermanfaat bagi masyarakat. Tujuan dan kebaruan penelitian adalah membangun model manajemen penyelenggaraan proyek konstruksi Taman Kota yang berkelanjutan di DKI Jakarta berfokus pada kelengkapan dokumen dan aktivitas yang diutuhkan dengan mengintegrasikan siklus hidup proyek konstruksi dan tata kelola yang menerapkan prinsip desain lanskap berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode campuran (menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif). Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan Focus Group Disscussion. Analisis data melibatkan Smart PLS dan SPSS untuk mengukur model terhadap kinerja biaya dan kualitas. Temuan menunjukkan bahwa tahap Pra Konstruksi dan Tata Kelola Berkelanjutan belum dikelola secara optimal, berdampak negatif pada keberlanjutan Taman Kota. Model yang dihasilkan dapat digunakan sebagai guideline yang mencakup kelengkapan dokumen dan aktivitas pada setiap tahapan manajemen penyelenggaraannya untuk memastikan keberlanjutan fungsional, aksesibel, dan inklusif dalam melayani masyarakat. Model juga digunakan untuk memprediksi keberhasilan penerapannya. Hasil prediksi model menunjukkan bahwa kelengkapan dokumen dan aktivitas pada tahap Pra Desain, Desain, Pra Konstruksi, Pasca Konstruksi, dan Tata Kelola Berkelanjutan memengaruhi keberhasilan penyelenggaraan proyek. Dokumen dan aktivitas yang tidak memadai pada tahapan ini mengakibatkan perencanaan biaya yang tidak optimal dan dampak manfaat yang tidak berkelanjutan. Keyword: Siklus Hidup Proyek Konstruksi; Desain Lanskap Berkelanjutan; Taman Kota; Penyelenggaraan Taman Kota
Oleh :
Silia Yuslim